Minggu, 21 Februari 2010

SECURITY BANKING masih lemah


“SECURITY BANKING masih lemah”
                Pembobolan dana nasabah melalui anjungan tunai mandiri (ATM) merupakan suatu hal yang mengkhawatirkan konsumen dan nasabah. Kita melihat selama ini bank tidak pernah bertanggung jawab mengenai hal ini. Di satu sisi, kita melihat ada unsur kegagalan bank dalam menjaga keamanan bank, baik dari sistem atau teknologi yang mereka gunakan. Terbukti ini bisa terbobol sehingga merugikan nasabah dan konsumen. Sebetulnya kasus ini bukan sekarang saja. Ramainya memang baru sekarang, tapi sebenarnya sudah ada pengaduan-pengaduan pada tahun-tahun sebelumnya, tapi tidak bersifat masal seperti saat ini. Dalam hal ini selalu posisi konsumen atau nasabah yang disalahkan karena pihak perbankan selalu merujuk pada data perbankan yang mereka miliki. Melalui catatan perbankan, mereka melihat transaksi sukses dan normal. Jadi sepenuhnya itu menjadi kesalahan nasabah yaitu tidak hati-hati dalam menjaga personal identification number (PIN) atau meninggalkan ATM dalam keadaan kondisi masih aktif. Hal-hal yang sebetulnya tidak masuk akal dari sisi konsumen, artinya kerugian yang dialami oleh konsumen dalam hal ini nasabah sangat variatif kasusnya. Dalam kasus terakhir, terbukti nasabah telah menjaga kartu dan PIN tapi ternyata ini tetap terjadi. Terbukti bahwa bank mengabaikan hal-hal yang pernah terjadi. Setelah banyak nasabah terkena dampak, mereka kemudian mulai bereaksi dan memberikan berjuta alasan untuk hal itu. Contoh kasus dalam kejadian kemarin, bank kemudian secara otomatis mengganti uang nasabah yang hilang, dan sudah terjadi pada beberapa nasabah. Semoga semua nasabah akan menerima uang pengganti dalam proses waktu yang tidak lama. Contoh lainnya pada 2008, nasabah melaporkan hal ini dan bank meresponnya hanya dengan menyampaikan bahwa nasabahnya kebobolan. Dari penjelasan ini terkesan bahwa nasabah lemah ketika berhadapan dengan bank, ini betul karena kita tidak punya bukti lain.
                Yang pasti memang ada unsur kejahatan dan lemahnya sistem serta teknologi karena jelas bank tidak mampu mengantisipasi potensi-potensi penyalahgunaan teknologi atau sistem yang mereka gunakan dan berakibat seperti ini. Kalau kemudian mereka mendapat proses ganti rugi yang cepat mungkin bisa membangun kepercayaan, tapi tak cukup sampai di situ. Bank juga harus bisa menunjukkan bahwa tidak hanya ganti rugi, tetapi juga meningkatkan dan melakukan perbaikan keamanan dari sistem yang mereka lakukan. Contoh yang sederhana yaitu keberadaan closed circuit television (CCTV) atau kamera pengintai pada setiap counter ATM masih belum ada. Terkait dengan ATM seperti teknologi yang digunakan saat ini masih sangat mudah untuk dicopy. Mereka akan mengarah kepada teknologi dengan menggunakan chip seperti beberapa kartu kredit yang sudah menggunakan itu. Tapi di sini yang namanya terkait dengan teknologi, ada saja celahnya. Mungkin dalam hal ini lebih sulit dibobol saja. Tapi satu hal yang perlu diperhatikan bahwa pada saat kita akan menerapkan teknologi yang baru, potensi-potensi atau celah-celah yang bisa disalahgunakan sudah harus diantisipasi oleh BI atau perbankan. Mereka mengatakan bahwa mengganti sistem merupakan persoalan biaya dan lain-lain. Kita mengharapkan itu tidak menjadi beban nasabah lagi karena selama ini sudah begitu banyak biaya-biaya yang diterapkan oleh bank. Kita mengharapkan jaminan standar keamanan yang dilakukan bank harus diperjelas atau dipertajam, juga dari sisi daya peran BI. Satu hal yang sebenarnya ingin saya singgung terkait dengan hal ini, selama ini bank punya sistem dan kebijakan sendiri. Mereka rata-rata untuk transaksi dalam jumlah kecil, baik pengambilan ataupun pengiriman dana dalam jumlah tertentu, selalu mendorong atau memaksa nasabah untuk menggunakan ATM. Kalau nasabah berhadapan dengan teller atau nasabah datang ke antrian di dalam bank maka dikenakan biaya tertentu. Banyak bank rata-rata memberlakukan seperti itu. Untuk jumlah tertentu, nasabah "tidak diterima" bertransaksi secara langsung dengan petugas bank karena dia dikenakan biaya.


Tips : Sebaiknya nasabah bank secara rutin mengganti nomor rahasia pribadi (PIN) dan menutup angka saat memasukkan nomor tersebut, kemudian memasukkan nomor PIN lain yang salah untuk mengecoh.

Sabtu, 02 Januari 2010

FUNGSI MANAJEMEN STRATEGIS DI BIDANG SWASTA

Pengertian Manajemen (Definition of Management)

Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :

1. Manajemen sebagai suatu proses,
2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)


Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.
Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.Selanjutnya, Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama. Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen. Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

Fungsi Manajemen Strategis di bidang swasta

Sistem manajemen strategis adalah proses merumuskan dan mengimplementasikan strategi untuk mewujudkan visi secara terus menerus secara terstruktur. Strategi adalah pola tindakan terpilih untuk mencapai tujuan tertentu. Pada mulanya, sistem manajemen strategis bercirikan: mengandalkan anggaran tahunan, berjangka panjang dan berfokus pada kinerja keuangan. Penerapan sistem manajemen strategis yang demikian di banyak perusahaan swasta mengalami kegagalan. Sebab-sebabnya antara lain: hanya 25% manajer yang memiliki insentif yang terhubung ke strategi, 60% perusahaan tidak menghubungkan anggarannya ke strategi,  85% dari tim eksekutif menghabiskan waktu kurang dari satu jam untuk membahas strategi tiap bulan, dan hanya 5% pegawai yang memahami strategi.
Namun sistem manajemen strategis tetap diperlukan karena perusahaan dituntut untuk berkembang secara terencana dan terukur, sehingga memerlukan peta perjalanan menghadapi masa depan yang tidak pasti, memerlukan langkah-langkah strategis, dan perlu  mengarahkan kemampuan dan komitmen SDM untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Balanced scorecard yang dikembangkan oleh Norton dan Kaplan memberikan solusi terhadap tuntutan ini. Peran balanced scorecard dalam sistem manajemen strategis adalah: memperluas perspektif dalam setiap tahap sistem manajemen strategis, membuat fokus manajemen menjadi seimbang, mengaitkan berbagai sasaran secara koheren, dan mengukur kinerja secara kuantitatif. Kelebihan sistem manajemen strategis berbasis balanced scorecard dibandingkan konsep manajemen yang lain adalah  bahwa ia menunjukkan indikator outcome dan output yang jelas, indikator internal dan eksternal, indikator keuangan dan non-keuangan, dan indikator sebab dan akibat. balanced scorecard paling tepat disusun pada saat-saat tertentu, misalnya ketika ada merjer atau akuisisi, ketika ada tekanan dari pemegang saham, ketika akan melaksanakan strategi besar dan ketika organisasi berubah haluan atau akan mendorong proses perubahan. balanced scorecard juga diterapkan dalam situasi-situasi yang rutin, antara lain: pada saat menyusun rencana alokasi anggaran, menyusun manajemen kinerja, melakukan sosialisasi terhadap kebijakan baru, memperoleh umpan balik, meningkatkan kapasitas staf.

1.         Perumusan Strategi


Tahap ini ditujukan untuk menghasilkan misi, visi, keyakinan dan nilai dasar, dan tujuan institusi. Proses perumusan strategi dilakukan secara bertahap, yaitu: analisis eksternal, analisis internal, penentuan jati diri, dan perumusan strategi itu sendiri.



2.                  Perencanaan Strategis

Perencanaan strategis meliputi proses penentuan sasaran, tolok ukur, target dan inisiatif.
Sasaran adalah kondisi masa depan yang dituju. Sasaran bersifat komprehensif: sesuai dengan tujuan dan strategi, merumuskan sasaran secara koheren, seimbang dan saling mendukung. Beberapa pedoman dalam menentukan sasaran adalah: sasaran harus menentukan hasil tunggal terukur yang harus dicapai, sasaran harus menentukan target tunggal atau rentang waktu untuk penyelesaian, sasaran harus menentukan faktor-faktor biaya maksimum, sasaran harus sedapat mungkin spesifik dan kuantitatif (dan oleh karenanya bisa diukur dan dapat diuji), sasaran harus menentukan hanya apa dan kapan; harus menghindari spekulasi kata mengapa dan bagaimana, sasaran harus dalam arah mendukung, atau sesuai dengan, rencana strategis organisasi dan rencana tingkat tinggi lainnya, dan sasaran harus realistik dan dapat dicapai, tetapi tetap menggambarkan tantangan yang berat. Antara visi, tujuan dan sasaran harus saling terkait dalan alur logikanya jelas.




3.         Penyusunan Program


Proses penyusunan program adalah: menjabarkan inisiatif menjadi beberapa program yang akan dilaksanakan beberapa tahun yad., memperkirakan investasi yang diperlukan untuk setiap program, menghitung perkiraan penerimaan yang dapat diperoleh dan menghitung perkiraan laba/hasil yang akan diperoleh.


4.         Penyusunan Anggaran


Penyusunan anggaran bertujuan untuk menentukan kegiatan tahun berikutnya dan sumber daya yang diperlukan. Anggaran disusun berdasarkan iniatif yang telah dirumuskan. Anggaran yang baik adalah: merupakan rencana tindakan terperinci, merupakan rencana satu-dua tahunan, menguraikan biaya yang diperlukan, mengidentifikasi pencapaian terpenting kegiatan tsb., menyebutkan siapa yang akan bertanggung jawab, sebagai referensi menyusun rencana kinerja individual, ditulis secara singkat namun lengkap, alat untuk memantau kinerja dan diperbarui apabila terjadi perubahan-perubahan. Dengan sdemikian balanced scorecard mendukung suatu sistem manajemen yang lengkap dengan mengkaitkan strategi jangka panjang ke penganggaran tahunan.

5.         Pemantauan dan Pengendalian


Tahap ini membandingkan kinerja dengan target. Berbagai kemungkinan hasil adalah berhasil, gagal, dan variasi diantara keduanya. Prinsip umum dalam pemantauan adalah mengukur kinerja, membandingkan kinerja, melakukan tinjauan ulang,  memberi penghargaan dan mengidentifikasi hasil yang dicapai, mempelajari pengalaman, menyesuaikan dan  menyegarkan strategi, dan melakukan perbaikan. Pemantauan harus diikuti dengan pengendalian. Jenis-jenis pengendalian: pengendalian premis/asumsi dasar, pengendalian implementasi, pengawasan strategis, dan pengendalian berdasarkan sinyal-sinyal khusus. Pengendalian dapat lebih mudah dilakukan dengan menggunakan balanced scorecard karena tolok ukurnya sudah diperjelas.

Fungsi Manajemen Strategis Pada Sektor Publik

Manajemen strategis tidak hanya digunakan pada sektor swasta tetapi juga sudah diterapkan pada sektor publik. Penerapan manajemen stratejik pada kedua jenis institusi tersebut tidaklah jauh berbeda, hanya pada organisasi sektor publik tidak menekankan tujuan organisasi pada pencarian laba tetapi lebih pada pelayanan. Menurut Anthony dan Young dalam Salusu (2003) penekanan organisasi sektor publik dapat diklasifikasikan ke dalam 7 hal yaitu:

1.      Tidak bermotif mencari keuntungan.
2.      Adanya pertimbangan khusus dalam pembebanan pajak.
3.      Ada kecenderungan berorientasi semata – mata pada pelayanan.
4.      Banyak menghadapi kendala yang besar pada tujuan dan strategi.
5.      Kurang banyak menggantungkan diri pada kliennya untuk mendapatkan bantuan keuangan
6.      Dominasi profesional.
7.      Pengaruh politik biasanya memainkan peranan yang sangat penting. Seorang ahli bernama Koteen menambahkan satu hal lagi yaitu less responsiveness bureaucracy dimana menurutnya birokrasi dalam organisasi sektor publik sangat lamban dan berbelit – belit. Sedangkan pada sektor swasta penekanan utamanya pada pencarian keuntungan atau laba dan tentunya kelangsungan hidup organisasi melalui strategi dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Untuk membuktikan perlunya manajemen sektor publik dalam organisasi sektor publik banyak penelitian yang mengupas pentingnya manajemen strategis pada sektor publik. Penelitian Roberts dan Menker dalam Rabin et.al mengupas mengenai manajemen stratejik pada pemerintah pusat di Amerika Serikat hasilnya mereka megusulkan adanya pendekatan baru dalam manajemen sektor publik yaitu pendekatan generatif selain pendekatan yang sudah ada yaitu pendekatan direktif dan pendekatan adaptif. Pendekatan direktif merupakan pendekatan yang bersifat dari atas ke bawah (top – down) dan lebih sedikit melibatkan anggota dalam organisasi sektor publik. Pendekatan adaptif lebih menekankan pada kebersamaan dalam organisasi dalam menetapkan tujuan pelaksanaan dan evaluasi. Sedangkan pendekatan generatif menekankan pada pentingnya seorang pemimpin (leader) dalam melakukan fungsi penetapan tujuan, pelaksanaan dan evaluasi dengan tidak mengesampingkan anggota lain dalam organisasi sektor publik.

Manajemen strategis juga sudah diterapkan di Indonesia salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Nawawi (2003) dalam tulisannya Departemen Pendidikan Nasional sebagai organisasi pengelola melakukan proses manajemen strategis yaitu dengan mengendalikan strategi dan dan pelaksanaan pendidikan nasional yang diwujudkan dalam Sistem Pendidikan Nasional baik secara formal (pendidikan jalur sekolah) maupun pendidikan non formal (pendidikan jalur luar sekolah). Proses manajemen strategis dilakukan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi yaitu warganegara


Kesimpulan

Manajemen strategis pada sektor publik merupakan salah satu jalan yang terbaik untuk mencapai good governance. Manajemen strategis sektor publik mengarahkan organisasi sektor publik untuk melakukan perencanaan manajemen dengan mempertimbangkan dengan baik faktor – faktor pendukung dan penghambat dalam organisasi melalui salah satu alat manajemen strategis yaitu analisis SWOT (merupakan salah satu alat dalam manajemen strategis untuk menentukan kekuatan (strength), kelemahan (weakness), kesempatan (opportunity) dan ancaman (threat) dalam organisasi). Analisis SWOT berusaha untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat yang ada dalam organisasi kemudian berusaha menterjemahkannya ke dalam suatu strategi utama untuk mencapai visi, misi dan tujuan organisasi. Apabila analisis SWOT dijalankan dengan baik dari awal hingga akhir akan berguna sebagai salah satu alat dalam manajemen stratejik yang dapat membantu organisasi sektor publik dalam mewujudkan good governance.

Rabu, 30 Desember 2009

Tugas File Sequential

 Program :


IDENTIFICATION DIVISION.   
       PROGRAM-ID. FILE-SEQUENTIAL.
       AUTHOR. SUCI-BELAPATI.
       SECURITY. PROGRAM MEMASUKAN DATA ORGANISASI FILE SEQUENTIAL
       MODE AKSES URUT.
       ENVIRONMENT DIVISION.
       INPUT-OUTPUT SECTION.
       FILE-CONTROL.
           SELECT PEGAWAI ASSIGN TO DISK
           ORGANIZATION IS SEQUENTIAL
           ACCESS MODE IS SEQUENTIAL
           FILE STATUS IS STATUS-SALAH.
       DATA DIVISION.
       FILE SECTION.
       FD PEGAWAI
           LABEL RECORD IS STANDARD
           VALUE OF FILE-ID IS “DFTRPEG.DAT”
           DATA RECORD IS REC-PEG.
       01 REC-PEG.
           02 NAMA PIC X(10).
           02 ALAMAT PIC X(20).
           02 UMUR PIC 99.
       WORKING-STORAGE SECTION.
       77 STATUS-SALAH PIC XX.
       01 SUDAH-BENAR PIC A.
           88 BENAR VALUE ‘Y’, ‘y’.
           88 BELUM VALUE ‘T’, ‘t’.
       01 MASUKKAN-DATA-LAGI PIC A.
           88 LAGI VALUE ‘Y’, ‘y’.
           88 TIDAK VALUE ‘T’, ‘t’.
       SCREEN SECTION.
       01 HAPUS-LAYAR.
           02 BLANK SCREEN.
       01 LAYAR-DATA.
           02 LINE 4 COLUMN 5 ‘NAMA :’.
           02 COLUMN PLUS 1 PIC X(10) TO NAMA.
           02 LINE 5 COLUMN 5 ‘ALAMAT :’.
           02 COLUMN PLUS 1 PIC X(25) TO ALAMAT.
           02 LINE 6 COLUMN 5 ‘UMUR :’.
           02 COLUMN PLUS 1 PIC 99 TO UMUR.
       PROCEDURE DIVISION.
       BUKA-FILE.
           OPEN EXTEND PEGAWAI.
       MULAI.
           MOVE SPACE TO SUDAH-BENAR
           PERFORM INPUT-DATA UNTIL BENAR
           PERFORM REKAM-DATA.
           PERFORM ADA-LAGI.
           IF LAGI GO TO MULAI.
       SELESAI.
           CLOSE PEGAWAI
           STOP RUN.
       INPUT-DATA.
           DISPLAY HAPUS-LAYAR.
           DISPLAY LAYAR-DATA.
           ACCEPT LAYAR-DATA.
           DISPLAY (8, 5) ‘SUDAH BENAR (Y/T) ? ‘
           ACCEPT ( , ) SUDAH-BENAR.
       REKAM-DATA.
           MOVE ‘ ‘ TO STATUS-SALAH
           WRITE REC-PEG
           PERFORM TANYA-REKAM.
       ADA-LAGI.
           DISPLAY (12, 5) ‘ADA LAGI DATA (Y/T) ? ‘
           ACCEPT ( , ) MASUKKAN-DATA-LAGI.
       TANYA-REKAM.
           IF STATUS-SALAH = ‘00'
               DISPLAY (10, 5) ‘TIDAK TERJADI KESALAHAN ‘.
           IF STATUS-SALAH = ‘10'
               DISPLAY (10, 5) ‘EOF ‘.
           IF STATUS-SALAH = ‘30'
               DISPLAY (10, 5) ‘FILE NOT FOUND ‘.
           IF STATUS-SALAH = ‘34'
               DISPLAY (10, 5) ‘DISK SPACE FULL ‘.
           IF STATUS-SALAH = ‘91'
               DISPLAY (10, 5) ‘STRUKTUR FILE RUSAK ‘.

File Indeks

Program :

 IDENTIFICATION DIVISION.   
       PROGRAM-ID. TUGAS-INDEKS.
       AUTHOR. SUCI-BELAPATI.
       SECURITY. PROGRAM MEMASUKAN DATA ORGANISASI FILE INDEKS
       MODE AKSES URUT.
       ENVIRONMENT DIVISION.
       INPUT-OUTPUT SECTION.
       FILE-CONTROL.
           SELECT FILE-MHS ASSIGN TO DISK
           ORGANIZATION IS INDEXED
           ACCESS MODE IS SEQUENTIAL
           RECORD KEY IS NO-MHS
           FILE STATUS IS STATUS-SALAH.
       DATA DIVISION.
       FILE SECTION.
       FD FILE-MHS
           LABEL RECORD IS STANDARD
           VALUE OF FILE-ID IS ‘DAFMHS.DAT’.
           DATA RECORD IS RECORD-MAHASISWA.
       01 RECORD-MAHASISWA.
           02 NO-MHS PIC 9(5).
           02 NAMA-MHS PIC A(25).
           02 ALAMAT-MHS.
               03 JALAN PIC X(20).
               03 KOTA PIC A(15).
           02 TGL-DAFTAR.
               03 TANGGAL PIC X(2).
               03 BULAN PIC X (2).
               03 TAHUN PIC X (2).
           02 IP-MHS PIC 99V99.
       WORKING-STORAGE SECTION.
       77 STATUS-SALAH PIC XX.
       01 SUDAH-BENAR PIC X.
           88 BENAR VALUE ‘Y’ , ‘y’.
       01 MASUKKAN-LAGI-TIDAK PIC X.
           88 LAGI VALUE ‘Y’ , ‘y’.
           88 TIDAK VALUE ‘T’ , ‘t’.
       01 RECORD- MAHASISWA -MASUK.
           02 NO-MHS-MASUK PIC 9(5).
           02 NAMA-MHS-MASUK PIC A(25).
           02 ALAMAT-MHS-MASUK.
               03 JALAN-MASUK PIC X(20).
               03 KOTA-MASUK PIC A(15).
           02 TGL-DAFTAR-MASUK.
               03 TANGGAL-MASUK PIC 99.
               03 BULAN-MASUK PIC 99.
               03 TAHUN-MASUK PIC 99.
       SCREEN SECTION.
       01 HAPUS-LAYAR.
           02 BLANK SCREEN.
       01 LAYAR-DATA.
           02 LINE 4 COLUMN 5 ‘NOMER MAHASISWA :’.
           02 COLUMN PLUS 1 PIC 9(5) TO N0-MHS-MASUK REQUIRED.
           02 LINE 6 COLUMN 5 ‘NAMA MAHASISWA :’.
           02 COLUMN PLUS 1 PIC A(25) TO NAMA-MHS-MASUK.
           02 LINE 8 COLUMN 5 ‘ALAMAT MAHASISWA :’.
           02 LINE 9 COLUMN 5 ‘ JALAN :’.
           02 COLUMN PLUS 1 PIC X(20) TO JALAN-MASUK.
           02 LINE 10 COLUMN 5 ‘ KOTA :’.
           02 COLUMN PLUS 1 PIC A(15) TO KOTA-MASUK.
           02 LINE 12 COLUMN 5 ‘TANGGAL DAFTAR :’.
           02 COLUMN PLUS 1 PIC 99 TO TANGGAL-MASUK AUTO.
           02 COLUMN PLUS 1 ‘-’.
           02 COLUMN PLUS 1 PIC 99 TO BULAN-MASUK AUTO.
           02 COLUMN PLUS 1 ‘-’.
           02 COLUMN PLUS 1 PIC 99 TO TAHUN-MASUK AUTO.
           02 LINE 14 COLUMN 5 ‘INDEX PRESTASI :’.
           02 COLUMN PLUS 1 PIC 99V99 TO IP-MHS-MASUK.
       PROCEDURE DIVISION.
       RUTIN-UTAMA SECTION.
       BUKA-FILE.
           OPEN OUTPUT FILE-MHS.
       MULAI.
           MOVE SPACE TO SUDAH-BENAR
           PERFORM MASUKKAN-DATA UNTIL BENAR
           PERFORM REKAM-DATA
           PERFORM ADA-LAGI-TIDAK.
       SELEKSI-MASUKKAN-LAGI-TIDAK.
           IF LAGI
               GO TO MULAI.
       SELESAI.
           CLOSE FILE-MHS
           STOP RUN.
       RUTIN-BAGIAN SECTION.
       MASUKKAN-DATA.
           DISPLAY HAPUS-LAYAR.
           DISPLAY LAYAR-DATA.
           ACCEPT LAYAR-DATA.
           DISPLAY (18, 5) ‘SUDAH BENAR (Y/T) ?’
           ACCEPT ( , ) SUDAH BENAR.
       REKAM-DATA.
           MOVE ‘ ‘ TO STATUS-SALAH
           WRITE RECORD-MAHASISWA FROM RECORD-MAHASISWA-MASUK
           PERFORM SELEKSI-REKAMAN.
       ADA-LAGI-TIDAK.
           DISPLAY (20, 5) ‘ADA LAGI DATA LAINNYA (Y/T) ?’
           ACCEPT ( , ) MASUKKAN-LAGI-TIDAK.
       SELEKSI-REKAMAN.
           IF STATUS-SALAH = ‘21’
               DISPLAY (18, 5) ‘TIDAK TEREKAM, NILAI KUNCI TIDAK URUT’.
           IF STATUS-SALAH = ‘22’
               DISPLAY (18, 5) ‘TIDAK TEREKAM, NILAI KUNCI TIDAK UNIK’.
           IF STATUS-SALAH = ‘24’
               DISPLAY (18, 5) ‘TIDAK TEREKAM, DISK PENUH’.      
LOGIKA :
Identifikasi dari program Cobol ini, yaitu dengan nama pembuat SUCI BELAPATI, dengan nama programnya TUGAS-INDEKS. Environment Division yang memberikan informasi, input-output section untuk operasi file. File-Control yang mengatur dengan Assign to Disk yang menunjukkan bentuk dari file yang akan digunakan adalah Disk. Dari Organisasi Indeks mengakses secara sequential (urut). Recordnya yaitu N0-MHS. Adanya File Status untuk menunjukkan jenis kesalahan yang terjadi dari suatu hasil proses operasi file. Procedure Division, statemen-statemen intruksi yang dibuatuntuk membuka file sebagai output. Move space untuk memindahkan, Perform yang akan membawa proses dari masukkan data sampai benar, kemudian merekam, IF untuk melakukan proses jika ada lagi akan kembali pada MULAI. Jika tak ada maka selesai di tutup dengan CLOSE FILE.

Dari Vista ke Windows 7





Microsoft banyak merahasiakan fitur-fitur baru Windows 7, tetapi semiua kerahasiaan ini telah berakhir, Microsoft memberikan banyak pengembang bocoran-bocoran tentang W indows  7 di PDC.  Windows 7 tidak akan memiliki perubahan drastis dari segi arsitektur perangkat lunak seperti Vista dari XP — Microsoft sendiri sudah berjanji bahwa pengguna yang meakukan upgrade dari Vista tidak akan menemui masalah kompatibilitas. Karena W indows  7 tidak banyak berubah di belakang layar, Microsoft dapat memfokuskan pengembangan pada pengalaman pemakaian OS itu sendiri dan bukan pada berbagai aspek teknis lain seperti keamanan dan stabilitas.Sebagian besar perubahan yang dikemas Windows  7 berusaha untuk meningkatkan kemudahan dan kenyamanan pengguna, dan di bawah ini adalah beberapa dari fitur-fitur baru Windows  7 yang sudah terlihat di demonstrasi PDC Microsoft.

Kinerja

Microsoft mengatakan bahwa mereka banyak melakukan perubahan untuk meningkatkan kinerja dan stabilitas Windows 7 seperti mengurangi waktu boot dengan mengaktifkan beberapa aplikasi secara parallel, metode manajemen memori baru dan banyak lagi. Saat ini masih terlalu dini untuk membicarakan kinerja, kita harus menunggu datangnya versi yang sudah hampir rampung untuk mendapatkan benchmark yang berarti, tetapi menurut Technologizer, Windows 7 terasa sangat cepat dioperasikan di laptop Dell yang dipinjamkan Microsoft — dan bersih dari bloatware.

Taskbar

Mendapat perubahan terbesar sejak pertama kali debut di Windows 95. Windows 7 sudah tidak akan lagi menampilkan ikon aplikasi kecil lengkap dengan nama aplikasi melainkan hanya ikon berukuran besar mirip dengan Mac OS X. Daftar jendela yang ditampilkan saat menempatkan tetikus di atas ikon aplikasi juga diganti dengan user interface (UI) "ribbon" yang menampilkan thumbnail jendela yang terbuka secara menyamping. Alat-alat lain yang terhubung ke komputer seperti kamera juga akan muncul di taskbar bersama jendela aplikasi. Secara keseluruhan fitur ini membuat Windows 7 tampil menarik.

Sidebar Tidak digunakan lagi

Jika dibandingkan dengan widget Mac OS X yang dapat ditempatkan di desktop, perbedaan paling mencolok dari gadget Microsoft adalah peletakannya pada sidebar di sebelah kanan layar. Di W7, sidebar tersebut dihilangkan karena dianggap terlalu banyak menggunakan tempat yang ada dan gadget kini dapat diletakkan langsung di desktop. Walaupun hal ini juga sebenarnya dapat dilakukan di Vista.

Minggu, 27 Desember 2009

Mengontrol Komputer Lain dengan Remote Desktop


Bila  komputer anda sudah terhubung dengan jaringan baik secara wireless atau menggunakan kabel ( lihat artikel terdahulu  Membuat jaringan Komputer Sederhana, Membuat Koneksi Wireless Antar Laptop ), selain sharing data, printer, koneksi internet, kita juga dapat melakukan Remote Desktop.
Dengan Remote desktop kita bisa melihat tampilan layar komputer lain (yang diremote) sama seperti di komputer aslinya, dan kita dapat melakukan  perintah sesuai dengan yang kita inginkan.
Misalnya komputer A dan komputer B. Kita ingin agar komputer A bisa dilakukan remote desktop oleh user dari komputer B. ( komputer A dikendalikan oleh user di  komputer B).

Cara settingnya sebagai berikut
Karena tujuannya untuk meremote komputer A, jadi Kita hanya perlu setting di komputer A.
1 •  Tentukan nama user ( harus berpassword), kalau belum silakan create/edit dulu ( control panel --> user account), yang akan digunakan untuk remote desktop user

2 •  klik kanan pada my computer --> Properties - pilih tab Remote
3 •  Beri contreng pada Allow user to connect remotely to this computer
4 •  Klik Select Remote User --> klik add --> ketik nama user( sesuai step-1) --> klik check name--> klik OK--> OK

Di komputer yang akan dipakai untuk meremote (Komputer B, C, dst) kita tinggal menjalankan Aplikasi Remote Desktop Connection ( Start --> All Programs --> Accessories --> Communications --> Remote Desktop Connection)

 •  Masukkan Alamat IP komputer atau nama komputer yang akan diremote --> klik Conect (tunggu beberapa saat)

 •  Masukkan user name ( remote user )dan password ( username sesuai step-4 ).

Kini kita sudah bisa melihat, mengendalikan/ mengontrol komputer A dari komputer B.

WindowBlinds buat Tampilan Windows keren





WindowBlinds adalah program yang  mengubah nuansa desktop anda menjadi lebih menarik.dengan mengubah gaya judul tombol, bar ,toolbar dll
Anda dapat membuat dan memilih sendiri nuansa desktop, Menerapkan gaya visual Sebagai tambahan untuk cara pintas ke Advanced Config WindowBlinds jendela di menu Start Anda, Anda dapat mengubah gaya WB dan pengaturan visual baik dari Skins atau tab Appearance pada Display Properties.
WindowBlinds telah dirancang dan diuji untuk menjadi seperti yang kompatibel dengan dengan ribuan  aplikasi dan perangkat keras yang tersedia. Load memori yang cukup rendah (kecuali jika Anda menggunakan banyak animasi) dan setiap keanehan dengan aplikasi spesifik umumnya dapat bekerja sekitar dengan cepat (lihat bagian Mengatasi Masalah bantuan online file untuk informasi lebih lanjut).

WindowBlinds adalah utility yang memungkinkan pengguna untuk benar-benar mengubah tampilan dan nuansa dari Windows antarmuka dengan menerapkan suatu skin baru. Ada ribuan skin yang berbeda untuk memilih dari yang bebas didownload dari situs WindowBlinds.
Empat kategori utama terlihat dalam window utamanya. Keempat kategori ter­sebut adalah "Look&Feel", "Wallpapers", "Settings", dan "System Info". Dari keempat kategori tersebut, Look&Feel merupakan kategori yang memiliki hampir semua feature untuk mengubah tampilan Windows. Di kategori ini, Anda bisa mengubah visual style, skin, huruf, tingkat transparansi, animasi, dan icon untuk toolbar. Penggunaannya pun cukup mudah. Klik salah satu bagian yang ingin Anda ubah. Kemudian, Anda tinggal memilih warna atau style yang sudah disediakan atau menggeser slider sampai Anda mendapatkan kombinasi warna yang pas. Terakhir, tentu saja Anda harus mengklik “Apply”. Program pengubah tampilan Windows ini juga tidak begitu memberatkan sistem.

Kesimpulan: Melalui program ini, tampilan Windows XP Anda bisa “disulap” men­jadi Vista, Linux, dan bahkan Mac dalam sekejap.